Jumat, 05 Juni 2015

Photo of The Day: Kucing Tidur

Sumber: Dokpri.

Lelah sehabis mengejar betina :D


Kamis, 14 Mei 2015

My Reflection

Maybe I will keep the doramas I like in mind, not wrote about it in my blog.. I don't know when will I died..

That's it.


Kamis, 07 Mei 2015

...

Sepertinya akhir-akhir ini semangat saya untuk melakukan apapun menurun. Semangat menulis tidak ada. Setiap ada tema baru, saya menuliskannya di aplikasi notes di hp saya, tetapi selalu buntu di tengah jalan -_-

Menulis bagi saya itu gampang-gampang-susah. Saya baru memulai blogging (lagi) di awal tahun ini. Dulu blogging terasa mudah karena isinya hanya curhatan cinta monyet masa SMA. Saya kurang jago untuk menulis selain itu. Sepertinya saya perlu membiasakan diri menulis selain curhatan ^^'

Alhamdulillah 'alaa kulli haal, A390 milik saya hilang karena keteledoran saya, padahal banyak draft saya di sana. Ide-ide tulisan beserta foto penunjang tulisan yang belum sempat di backup membuat mood menulis saya turun drastis.

Selain itu, saya masih belum berani 'memulai' apapun. Banyak yang ingin saya kerjakan tapi banyak juga kendala yang menghadang. Saya masih takut melangkah. Ingin menekuni sesuatu yang menyenangkan tapi menghasilkan...apa ya? Saya merasa tidak punya keahlian apapun. *sigh

Aaaah, pengen nonton dorama.
Shinzanmono...
Abarenbo Mama...
Bambina...
Hungry...
Atashinchi no Danshi...
Sayangnya butuh banyak sekali kuota untuk melakukannya. ;-(

Ah, semakin ditulis rasanya semakin gak nyambung... it's enough for today. Thanks for reading :-)


Sabtu, 04 April 2015

Awkward Moment with Train

Tahun 2011 silam, kira-kira bulan Oktober atau November (lupa tepatnya), saya dan sahabat saya berencana pergi ke Kwitang, surganya buku-buku lawas. Sahabat saya ini mau beli buku Kalkulus untuk penunjang materi kuliahnya di jurusan Kimia. Kami memilih naik kereta agar lebih cepat sampai di sana. Kami membeli tiket hari itu juga. Ini pengalaman pertama saya, pergi menggunakan kereta tanpa orangtua. Maklum, saya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan, trus gak gampang hapalin jalan, jadinya bisa ditebak kan kalau saya dilepas sendirian. Bisa dipastikan nyasar! Hihi :-D

Singkat cerita, kami naik kereta sekitar jam 9 pagi. Keretanya nyaman, ber-AC pula. Belum banyak penumpang di kereta, jadi kami bisa duduk. Dari stasiun Kranji ke stasiun Senen gak butuh waktu lama. Tau-tau sudah sampai. Begitu turun dari kereta, kami langsung menuju Kwitang. Kami menanyakan buku Kalkulus di beberapa pedagang, tetapi hasilnya nihil. Akhirnya kami nyoba cari di Atrium. Ternyata gak ada juga. Ada satu toko buku lagi yang belum kami kunjungi. Tobuk Gunung Agung.

Kami mulai mencari buku di sana. Sahabat saya, Dwi, mencari buku yang ia perlukan, sementara saya sibuk keliling lihat-lihat buku. Saat sedang melihat bagian buku pelajaran SD, saya teringat kalau adik saya sebentar lagi UN. Saya jadi ikut milih-milih buku deh, padahal awalnya gak niat mau beli buku. Saking sibuknya milih buku sampai-sampai saya gak sadar kalau Dwi udah nemuin buku yang dia perluin. Saya segera menentukan pilihan saya dan membayarnya, karena hari sudah siang.

Habis beli buku, kami mampir shalat di mushala dekat Pasar Senen. Setelahnya kami langsung ke stasiun, beli tiket untuk pulang. Saya inget banget, di tiketnya tertulis pukul 13:00. Kami nyari-nyari peron tempat kereta tujuan Bekasi akan tiba. Kami agak bingung, karena kami berdua sama-sama baru pertama kali naik kereta tanpa didampingi. Dwi biasanya naik motor kalau pergi ke mana-mana, jadinya dia gak begitu paham dengan transportasi yang satu ini.

Kayaknya ini peronnya.” Ucap saya sambil nunjuk ke sebuah lorong.
“Ya udah yuk, kita kesitu. Nanti ketinggalan.” Kata Dwi.
Kami langsung masuk ke lorong yang terhubung ke peron. Lupa peron berapa. Kami muter-muter di situ, agak ragu dengan keretanya. Keretanya terlihat agak lebih besar tapi bukan gerbong baru seperti Commuter yang kami naiki waktu berangkat dari Bekasi.

"Ca, ini keretanya bener gak sih?” tanya Dwi.
Gak tau.. gak yakin. Coba tanya petugasnya.” Saranku.
Dwi bertanya ke seorang calon penumpang yang sedang duduk-duduk. Tapi yang dutanya tidak lebih tau dari yang bertanya (?).
Duh, jadi tambah bingung denger jawaban orang itu. Kami nanya satu orang lagi di sana. Jawaban dia bikin kami kaget. “Ini kereta jurusan Malang.”


http://moneter.co/jelang-lebaran-kai-tambah-commuter-line-dari-bekasi/

APA?! Malang?!

Untungnya kami belum naik. Kalau sudah naik, entah nanti bakalan gimana. Masa’ nanti judulnya Lost in Malang #eh

Sudah mau jam satu. Kami panik dong. Kereta kami sudah mau berangkat, sedangkan kami malah sempet-sempetnya salah peron. Kami buru-buru nanya ke petugas. Lalu petugas itu nunjukin jalan ke arah peron kereta jurusan Bekasi. Kami menuju ke sana secepat yang kami bisa. Saat kepala nongol dari tangga, kami lihat keretanya berjalan. Hiks, ketinggalan kereta T_T

Tanya-tanya calon penumpang di sana, katanya kereta jurusan Bekasi berikutnya akan tiba satu jam kemudian. Kami terpaksa nunggu satu jam, daripada gak pulang. Kami langsung naik begitu kereta datang.

Pengalaman naik kereta kali itu bener-bener gak terlupakan! Tapi saya gak kapok naik kereta, soalnya saya memang senang naik kereta, gak pake macet karena ada jalurnya sendiri. Hehehe :-D


Postingan ini dibuat dalam rangka ikut serta dalam Free Book Giveaway (Preloved) : Stasiun by Cynthia Febrina! | Twitter :@tukardc | Blog :tukardengancerita.wordpress.com


Sabtu, 28 Maret 2015

Suami Sempurna: Kumpulan Kisah Perempuan dan Rumah Tangga


 Ø¨ِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ

Sumber: Dokpri.

Bukan, saya bukan menginginkan suami sempurna. Saya percaya  tidak ada suami sempurna, sebagaimana tidak ada istri yang sempurna.” (hal. 61)

Kutipan di atas adalah cuplikan dari sebuah cerpen berjudul Suami Sempurna karya Nurul F Huda rahimahallah, yang judulnya juga dijadikan sebagai judul buku ini. Ada banyak kisah lainnya yang mengusung tema perempuan dan rumah tangga. Cerpen-cerpen dalam buku ini adalah cerpen-cerpen karya Beliau yang pernah dimuat di media cetak, yang kemudian dibukukan oleh Lingkar Pena Publishing House.

Perempuan dan rumah tangga adalah tema cerita yang tak habis digali. Dengan gaya penulisan yang sederhana, gamblang, tapi sarat hikmah, penulis menuturkan cerita demi cerita tentang komunikasi suami-istri, pengasuhan anak, kecemburuan, ketegaran perempuan, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Hampir seluruh cerpen dalam buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama, membuat pembacanya turut hanyut dalam manis pahitnya kisah yang dibawakan. Cerpen-cerpen yang ada di dalam buku ini di beri kesan ‘menggantung’ pada akhir cerita, agar kita memaknai bahwa hidup itu terus berjalan, bukan terbatas pada beberapa lembar kisah.

Ada 14 cerpen di dalam buku ini. Diawali dengan cerpen berjudul Aku adalah Ayah yang menceritakan tentang seorang ayah yang setiap harinya hanya digunakan untuk mencari nafkah, kini harus menghadapi berbagai watak anak-anaknya yang tak pernah ia ‘jamahi’. Istri yang ditugasi untuk mengurus anak, menghilang entah kemana setelah pembicaraan antara mereka mengalami kebuntuan. Dilanjutkan dengan cerpen Dua Bunda, mengisahkan tentang seorang wanita karir yang dilanda dilema. Ia ingin dicintai oleh anak semata wayangnya, Sabrina, tapi ia juga tak ingin berhenti bekerja, karena baginya, bekerja bukan semata karena uang, tetapi juga tentang eksistensi dan aktualisasi diri.

Astri kesal. Suaminya tak pernah mau membantunya mengerjakan pekerjaan rumah saat ia sedang kerepotan mengurus kedua anaknya. Astri sudah sering menasihati, tetapi suaminya tetap cuek. Simak kisahnya pada cerpen Suami Sempurna. Lalu ada cerpen Ningsih tentang perempuan yang sering dianiaya oleh suaminya, namun ia tetap tegar demi mempertahankan keutuhan rumah tangganya.

Ada juga kisah perjuangan seorang pelacur yang ingin bertobat dari dosanya selama ini dan hidup tenang bersama gadisnya. Kisahnya ada pada cerpen Mutiara Lembah Hitam. Gaji yang tidak sebanding dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga di kampung memaksa tokoh pada cerpen Merpati Kelabu dan Bunga Karang mengambil jalan pintas yang sangat berat bagi kondisi kejiwaan mereka. Serta 7 cerpen lainnya yang sarat akan makna.

Berikut beberapa kesalahan yang saya temukan dalam buku ini:

Pada cerpen Dua Bunda, tokoh utama menyebut suaminya dengan panggilan Mas Rahmat, lalu menjelang akhir cerpen berubah menjadi Mas Her. Sedangkan di dalam cerita hanya disebutkan bahwa nama suami tokoh utama adalah Rahmat. Mungkin nama panggilannya?

“..., meskipun dengan konsekuensi terget lulusku terpaksa mundur lagi.” (Hal. 27) ada typo. Seharusnya target.

Ada ketidak konsistenan pada cerpen Terempas Asa, yaitu mengenai jenjang pendidikan yang sedang 
dijalani oleh tokoh utama. Pada halaman 101 disebutkan,”Ia sudah hampir lulus SMU, Karti.”, dan masih pada dialog yang sama,”Sebentar lagi Siti lulus SMP.”

“...sesosok perempuan dengan tampang, berlalu penuh kesal namun puas.” (Hal. 149) Tampang apa? Tidak ada penjelasan mengenai tampang perempuan tersebut.

“Kalau Ibu tidak mengijinkan, saya akan mencari anak lain,” (Hal. 159) seharusnya mengizinkan.
“Bukankah ia juga nyaris terbawa arus karena sudah mulau terendam air?” (Hal. 208) seharusnya mulai.

“tapi dia lebih menyenangkan ketimbang Sasya.” (Hal. 217) Lebih tepat menggunakan kata daripada.

“Malam-malam begini lebih baik shalat tahajud ketimbang melayani omongan Dika...” (Hal. 224) idem.

“Mata bulat Sasya menatap sesosok tubuh......Entah, sampai kapan. Saya sudah memilih.” (Hal. 227) Seharusnya Sasya. Tokoh Sasya di akhir kisah diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, walaupun cerpen ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Tokoh Sasya disini adalah tokoh yang misterius bagi ‘aku’.

Kesalahan-kesalahan yang ada pada buku ini sungguh tidak mengurangi makna yang terkandung dalam buku ini. Begitu banyak yang pelajaran yang dapat diambil dari buku ini. Perempuan semestinya kuat dalam menjalani kehidupan. Masalah yang datang hendaknya dihadapi dengan kesabaran. Hanya keluhan bahkan ratapan yang akan keluar dari mulut seorang perempuan yang tidak sabar. Bahkan bisa saja berujung pada niat bunuh diri, na’udzubillahi min dzalik.

Ada sebuah cerita yang membuat saya tercengang. Cerpen Gurat di Kertas Putih menceritakan tentang seorang mahasiswi yang bertetangga dengan seorang Ibu yang kerap kali terdengar memaki dan memukuli anaknya yang masih kecil. Saya tidak habis pikir, mengapa ada Ibu sekejam itu? Saya belum pernah melihat Ibu seperti itu, senakal apapun anak yang ia miliki. Ini memberi pelajaran bagi saya, agar kelak saya bisa memperlakukan anak-anak saya dengan baik. Mendidik mereka dengan kelembutan tetapi tegas.

Tentang Penulis

Nurul F Huda adalah nama pena dari Nurul Fithroini Aniyatil Azizah. Beliau lahir di Purworejo pada 5 Oktober 1975. Sejak SD Beliau sudah aktif menulis dan karya-karyanya pernah dimuat di berbagai media. Beliau juga sudah menerbitkan lebih dari 25 buku karyanya, tak termasuk sekian banyak antologi. Beliau pernah menjadi dosen bahasa Indonesia di Politeknik Batam saat Beliau tinggal di Batam pada tahun 2005-2008. Pada tahun 2009, Beliau tinggal di Yogyakarta sebagai single mother bersama kedua anaknya, hingga ia wafat pada bulan Mei 2011. Suami Sempurna adalah buku terakhirnya.

Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha. Semoga surga tempat kembali untukmu.



Keterangan Buku

Judul Buku: Suami Sempurna
Penulis: Nurul F Huda
Penyunting: Sabila
Proofreader: Nurhadiansyah
Pewajah Sampul: Windu Tampan
Penata Letak: Lian Kagura
Penerbit: PT. Lingkar Pena Kreativa, Jakarta
Tebal: 252 halaman
Ukuran: 13 cm
Cetakan Pertama: Desember 2011
ISBN: 978602885185-5

Selasa, 10 Maret 2015

Mengenal Job Review dan Usaha Mendapatkannya


Bismillah.


Apa itu job review? Itu yang hadir di benak saya saat pertama kali membaca istilah itu di salah satu postingan kawan saya di blognya. Setelah membaca lebih jauh, saya baru paham arti dari job review. Secara garis besar, job review adalah pekerjaan mengulas suatu produk atau jasa agar pembaca tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang dipromosikan. Segala produk dan jasa bisa di review, mulai dari buku, kebutuhan keluaga seperti pasta dan sikat gigi, perlengkapan rumah semisal alat pembersih, agen perjalanan, toko online, tempat kursus, dan sebagainya.


Dulu saya sama sekali tidak paham, mengapa banyak blogger yang mempromosikan suatu barang atau jasa di blog mereka.
"Mungkin mereka sangat loyal dengan produk tersebut", pikir saya. Setelah saya cari tau, ternyata ada beberapa blogger yang memang secara sukarela mereview suatu produk, tetapi ada juga yang mereview karena diberi honor oleh brand yang mereka iklankan. Inilah yang disebut dengan job review.


Saya yang baru memulai blogging ini tentu tertarik dengan job review. Apalagi saat mengetahui bahwa honor yang diberikan dapat mencapai angka tujuh digit! Tentunya honor setinggi itu hanya bisa dicapai oleh blogger yang telah lama berkecimpung di dunia job review ini. Rampingnya Alexa Rank, populernya mereka di berbagai media sosial, dan pandainya mereka dalam mengolah kata adalah beberapa penentu yang membuat banyak perusahaan melirik mereka untuk mengiklankan produk atau jasa mereka.


Hingga saat ini, saya belum pernah mendapat tawaran untuk mereview. Mungkin salah satunya adalah karena Alexa Rank saya masih menunjukkan 'No Data' setiap kali saya mengeceknya. Hihihi. Blog saya masih terlalu baru dan jumlah kunjungan ke blog saya juga belum cukup banyak untuk bisa terdeteksi di database Alexa. Tetapi mengetahui ada job yang cukup menjanjikan ini, saya jadi bersemangat untuk menulis. Tentunya saya perlu menciptakan sebuah blog yang berbobot agar dilirik oleh banyak brand.





http://fortresslearning.com.au/2012/12/promote-products-and-services-bsbmkg413a/

Lalu bagaimana cara agar bisa mendapatkan tawaran mereview? Berikut tips sederhana yang dapat membantu diri saya dan Anda semua untuk meningkatkan traffic blog agar kesempatan mendapat tawaran job review semakin besar.


1. Menulis artikel-artikel yang bermanfaat.


Dengan menulis artikel bermanfaat, akan ada banyak orang yang mengunjungi blog Anda, baik melalui mesin telusur maupun melalui promosi Anda di sosial media. Bahkan pengunjung bukan hanya akan membaca apa yang mereka cari saat itu, tetapi mereka juga akan mengklik artikel bermanfaat lainnya untuk menambah ilmu.


2. Rajin membalas komentar dan memberi kunjungan balik


Blogger yang baik adalah yang menghargai pengunjung blog mereka. Membalas komentar satu persatu, blogwalking ke blog pengunjung kita dan meninggalkan komentar disana merupakan hal yang mesti dilestarikan oleh para blogger. Para pengunjung akan datang dan datang lagi ke rumah maya kita apabila kita bersikap ramah pada semua pembaca. Meninggalkan komentar di blog lain juga dapat menarik orang untuk mengunjungi blog kita. Tentunya tidak sembarang blogwalking dan berkomentar. Manfaatkan blogwalking sebagai sarana menambah ilmu, dan berkomentarlah dengan baik dan sesuai dengan topik.


3. Mempelajari SEO dan menerapkannya


Dengan mempelajari SEO (Search Engine Optimization) dan menerapkannya, blog kita bisa nampang di halaman pertama search engine. Dengan kata lain, kemungkinan blog kita dibuka oleh orang sangat tinggi. Tentunya memperbagus konten blog lebih penting daripada optimisasi mesin telusur, tetapi memaksimalkannya dengan SEO akan meningkatkan traffic blog yang berimbas pada naiknya ranking blog kita di Alexa.


4. Promosi blog


Mengikuti komunitas blogger bisa menjadi salah satu wadah untuk mempromosikan blog. Atau jika kita sudah eksis di media sosial, kita bisa mempromosikan blog kita disana. Kita bisa membuat Fanpage untuk blog kita, atau sekedar share link postingan-postingan kita di media sosial yang kita miliki.


5. Membangun Personal Branding


Menurut saya, personal branding adalah kata lain dari be yourself. Dengan personal branding, akan ada banyak tawaran tidak terduga yang menghampiri. Sebagai contoh sederhana, si A adalah seorang maniak game. Dia seringkali membahas mengenai game di blognya, mulai dari review game favoritnya, update game-game terbaru dari berbagai konsol, atau sharing strategy guide untuk menaklukkan sebuah game sulit. Ini tentu bisa menarik para developer atau publisher game untuk mempromosikan game mereka di blog si A. Atau yang lebih besar lagi: menawari A sebagai beta tester, mengetes game yang baru akan dirilis! Siapa yang tak mau? Bisa memainkan game terbaru tanpa membayar, bahkan dibayar!
Maka, jadilah diri sendiri. Kenalkan jati diri Anda pada dunia. Dengan begitu, semakin besar kesempatan Anda untuk dilirik brand ternama dan mendapatkan rezeki dari sana.


Demikianlah yang bisa saya share kepada Anda. Mudah-mudahan bermanfaat, dan dapat mendatangkan tawaran job review kepada kita.


"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog "Blogger dan Job Review" oleh Petrus Andre yang didukung oleh Ajeng Angelina dan Elisa Fariesta."

Hadiah Giveaway Pertamaku

Bismillah.

Pernahkah Anda mendapatkan sebuah hadiah yang sangat berarti untuk Anda? Atau sebuah hadiah yang memotivasi Anda untuk mengembangkan diri Anda?

Saya mengenal dunia blog sejak SMP. Waktu itu saya membuat blog untuk nilai mata pelajaran Komputer di sekolah saya. Belum ada rasa tertarik untuk menulis di blog. Kelas dua SMA, saya mulai menggunakan blog. Memasang widget-widget lucu dan mengisi blog tersebut dengan curhatan. Banyak sekali curhatan saya tentang cowok-cowok yang saya suka. Mulai dari si maniak game yang rambutnya selalu cepak, si lucu yang menyebalkan, si hitam manis, sampai si wajah-bule-yang-ternyata-ganteng teman SMP saya.

Setelah pangeran bermotor Scorpio datang meminang saya, saya berhenti menulis blog. Mengurus suami dan segala tetek-bengek rumah tangga menyibukkan saya. Tapi saya menemukan hobi baru yaitu blogwalking. Dulu belum kenal blogwalking, karena blog hanya dipakai untuk curhat kala itu. Saat sedang BW, saya bertemu kembali dengan seorang kawan saya semasa SMP di dunia maya karena melihat nama uniknya di komentar. Saya mulai kepoin blognya, membaca tulisan-tulisannya yang membuat saya berdecak kagum.

Di ulang tahun blognya yang kedua, dia mengadakan sebuah giveaway. Saya memberanikan diri untuk ikut walaupun debu tebal masih menyelimuti blog saya. Untuk yang tidak punya blog sebenarnya juga bisa ikut, tapi saya ingin menghidupkan blog saya lagi. Saya mulai ngeblog lagi setelah sekitar dua tahun sempat hiatus. Motivasi lainnya adalah karena blogger favorit saya saat itu juga sedang mengadakan giveaway buku duet Beliau dengan seorang blogger lainnya.

Saya tidak berharap terlalu tinggi untuk memenangkan kedua giveaway itu. Bagaimana bisa seseorang yang baru mulai menulis (lagi) bisa menang kontes?
Tapi rezeki memang gak kemana. Saya menjadi juara kedua di giveaway kawan saya. Saya mendapatkan sebuah daily journal dari Wardah. Hadiah pertama itulah yang memicu saya untuk lebih semangat menulis. Saya sangat bersyukur mendapatkan hadiah itu dari kawan saya. Hadiah yang mungkin kecil bagi orang lain, tapi artinya besar untuk saya. Semoga hadiah ini bisa saya maksimalkan manfaatnya. Terima kasih, kawan.



Tulisan ini diikutkan event Kado Maret dari Susindra Craft.

Senin, 02 Maret 2015

One Post per Month

Bismillah.


Sebagai newbie di dunia blogging, banyak sekali yang ingin saya tulis. Tulisan yang nangkring di draft semakin menumpuk, dan semuanya baru berupa judul! Ingin menulis di sela-sela kesibukan saya mengurus rumah, tapi begitu selesai dengan pekerjaan rumah, saya hanya ingin merebahkan tubuh dan terbang ke alam mimpi. Kalau pekerjaan saya agak santai, yang saya kerjakan malah tidur-tiduran sambil browsing. Rasanya malas sekali untuk membuka aplikasi olah kata dan mulai menulis.


Maka dari itu, saya ingin memasang target sebagai motivasi menulis.
"Satu Post per Bulan"
Sepertinya terlalu mudah ya? Cukup menulis hal-hal absurd seperti postingan saya sebelumnya, maka satu post telah terpenuhi. Tentunya saya ingin memaksimalkan blog ini. Bukan apa-apa, sebelum ini, saya pernah punya beberapa blog. Dan blog-blog itu hanya diisi curhatan masa SMA yang manis-pahit-getir itu (?)


Saya ingin menulis hal-hal yang bermanfaat di blog ini. Berharap agar pengunjung blog saya bisa mengambil faidah dari tulisan-tulisan saya. Tapi sesekali curhat boleh kan. Hihi :-D

Satu post per bulan yang saya canangkan tidak termasuk postingan yang diikutkanGiveaway. Tujuannya agar saya makin sering menulis. Kalau dalam satu bulan ada duagiveaway yang sata ikuti, lalu ditambah satu post dari saya, hasilnya sudah lumayan. Mudah-mudahan di kemudian hari, saya bisa istiqomah dalam menulis, bisa menaikkan target, serta bisa lebih luwes lagi dalam menulis.

Senin, 16 Februari 2015

Surat untuk Stiletto Book

Bismillah.


Dear Stiletto,
Apa kabar? Oh, bolehkah aku memanggilmu dengan nama kecilmu? Sudah lama ingin kusebut nama itu. Stilo, aku ingin mengenalmu lebih jauh. Baru kali ini aku mengenal penerbit buku yang begitu mengerti perempuan, makhluk indah nan rumit. Kamu mendedikasikan dirimu untuk menerbitkan buku-buku mengenai dunia perempuan. Logo Stiletto menggambarkan besarnya rasa cintamu pada kami. Aku yakin, buku terbitanmu menginspirasi para perempuan yang membacanya. Terima kasih, Stilo.

Hingga saat ini, aku belum pernah membaca bukumu. Banyak judul buku yang kudambakan namun belum bisa kumiliki. Aku selalu menanti kesempatan memiliki salah satu bukumu. Sekarang kesempatan itu sudah di hadapan mata. Mudah-mudahan aku bisa menjadi salah satu perempuan yang beruntung mendapatkan tanda cinta darimu.

Handbook for New Mom karya Nana Aditya S,Si

Ini buku pertama yang kuinginkan. Meskipun aku belum dikaruniai anak hingga tahun kedua pernikahanku, tak ada salahnya jika aku mempersiapkan bekal ilmu dari sekarang, agak buah hatiku nanti bisa mendapatkan perawatan terbaik dariku. Membaca wawancaramu dengan penulis, aku tertarik dengan buku ini. Di dalam buku ini dibahas mulai dari pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi baru lahir, pijat bayi, hingga baby spa dirumah. Ah, rasanya ingin segera membuka lembar demi lembar dan mengambil manfaat darinya.

Anakku Sehat Tanpa Dokter karya Sugi Hartati S.Psi

Buku "Anakku Sehat Tanpa Dokter".
Menurutku, buku seperti ini sangat penting dimiliki setiap orangtua agar tidak panik lagi dalam menangani berbagai penyakit yang diderita oleh anak. Kalau masih bisa dirawat di rumah, kenapa harus buru-buru ke dokter?
Selain itu, buku ini memberikan pengetahuan mengenai penyakit apa saja yang biasa diderita oleh anak-anak, sehingga para orangtua tidak perlu pusing mencari informasi tentang penyakit anak. Semua bisa didapatkan hanya dengan memiliki buku ini. Aku juga mau lho, Stilo. Hihi :-D

Say Yes to Homemade MPASI karya Ridha Innatika

Apa itu MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu)? Apa saja yang harus dipersiapkan untuk memberikan MPASI pada buah hati? Apa manfaat membuat MPASI sendiri? Dan apa itu virus GTM (Gerakan Tutup Mulut)?
Semua itu dirangkum dalam satu buku menarik ini. Ini juga merupakan buku wajib bagi setiap ibu yang memiliki bayi berusia 6 bulan, dimana pada masa itu, bayi memerlukan asupan tambahan sebagai pendamping ASI. Pada usia itu bayi mulai aktif. Mereka sudah mampu tengkurap sendiri. Mereka juga mulai belajar merangkak dan duduk. Aktivitas ini tentunya butuh penunjang yaitu ASI dan makanan bergizi pelengkap ASI.

Bagi new mom tentu bingung meracik makanan yang tepat untuk bayi agar tidak memberatkankan kerja pencernaan mereka. Buku ini dapat membantu para ibu untuk membuat MPASI sesuai dengan kebutuhan anak.
Buku ini juga memaparkan mengenai GTM. Bagi orang yang belum paham tentu panik menghadapi GTM ini. Maka buku ini bisa menjadi rujukan bagi para ibu agar bisa menghadapi fase GTM ini dengan tenang.


Stilo, terima kasih sudah membaca suratku. Mudah-mudahan ada kesempatan lagi bagiku untuk menyapamu dalam surat-suratku yang berikutnya.
Best regard,
Nisa
Tulisan ini diikutkan Writing Contest Stiletto Book


Annisa Nurjannah
@ica.jahe94
ica.jahe94@gmail.com

Minggu, 15 Februari 2015

Perjalanan Craftingku

Bismillah.


Sejak kecil, saya menyukai hal-hal yang berbau
handmade . Rasa suka saya dipicu oleh
kekaguman saya pada kakak perempuan saya
yang sangat mahir membuat kerajinan tangan.
Saya senang membuat berbagai kerajinan tangan
sejak dulu. Ketika memberi kadopun saya
usahakan agar ada kreasi saya disana, walaupun
hanya kotak kadonya yang handmade .

Saya menyadari tingkat kreatifitas saya cukup
rendah dan mungkin tak cocok di bidang crafting
ini. Saat menyulam di kain strimin sangat
populer, saya hanya bisa melongo. Rasanya sulit
sekali untuk menyulam dengan baik. Maka ketika
ada tugas menyulam dari sekolah saya, terpaksa
saya minta kakak saya untuk membuatkannya.
Sulaman buatan kakak saya diberi nilai terbaik
dan dipajang di ruang guru. Saya malu pada diri
sendiri saat melihat karya kakak saya dianggap
sebagai karya saya.

Sejak saat itu, saya bertekad agar bisa
menguasai cara menyulam dengan baik, dan
usaha saya kali itu membuahkan hasil. Saya
mulai bisa membuat sulaman sederhana. Pernah
suatu kali punya proyek menyulam saat SMP.
Sayangnya proyek itu terbengkalai karena
kesibukan menjelang UN yang sangat padat.
Kainnya pun entah dimana saya menaruhnya #duh

Ketika SMP itu juga saya mulai mengenal teknik
sulam pita. Masing-masing kelompok dari tiap
kelas diberi tugas membuat taplak meja dengan
aplikasi sulaman pita. Kami mengerjakannya
dengan antusias karena menyulam pita cukup
mudah dan menyenangkan, dan bisa menjadi
sarana untuk mengakrabkan diri dengan teman-
teman sekelas.

Setelah lulus SMP, kegiatan crafting berhenti
total. Keterbatasan dana menjadi masalah.
Tutorial yang ada pun kurang menarik minat saya
dalam belajar. Pada saat itu, kakak saya sudah
bisa crochet, sedangkan saya, tusuk rantai pun
belum bisa.






Sumber : cerdasmulia.net/circle2/hidup-itu-tentang-perpindahan/

Suatu hari, ada seorang blogger yang men-share info tentang bagi-bagi hadiah yang diselenggarakan oleh Susindra Craft. Melihat kata craft, saya langsung meluncur ke TKP. Mata saya berbinar-binar melihat hadiah yang disediakan. Saya berharap bisa mendapatkan paket tutorial itu, agar saya bisa kembali mengasah kemampuan saya dalam crafting. Bahkan ini bisa jadi peluang saya untuk memulai usaha. Semoga mbak Susi berkenan dengan tulisan saya ini. :-)

Senin, 24 November 2014

Cemburu

Bismillah.

Pernahkah kita cemburu terhadap pasangan kita?

Saat mendapat pertanyaan di atas, kebanyakan orang akan menjawab pernah. Lalu mengapa mereka cemburu? ada orang yang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta. Jika tidak cinta, rasa cemburu takkan pernah hadir. Reaksi yang ditimbulkan pun bermacam-macam. Bahkan tak jarang dapat merenggut nyawa seseorang bila kecemburuan telah menutupi akal sehatnya.

Ada sebuah kisah tentang sahabat Rasulullah yang mengungkapkan tentang kecemburuannya.
*Suatu hari, Saad bin Ubadah berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki sedang bersama istriku, niscaya aku akan penggal leher lelaki itu”. Mendengar hal itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada para sahabatnya, “Tidakkah kalian heran terhadap kecemburuan Saad? Sungguh, aku lebih cemburu daripada dia. Dan Allah lebih cemburu daripada aku”. (HR. Bukhari)*

Lihatlah bagaimana kecemburuan seorang suami kepada istrinya. Ia tak akan segan-segan untuk memenggal leher lelaki yang sedang bersama istrinya dikarenakan rasa cemburunya. Tetapi terkadang kita para istri tak memperhatikan tentang hal ini. Kita malah sengaja membuat suami cemburu hanya untuk mengetes kadar kecintaan sang suami padanya. Tentunya ini bukanlah hal yang patut dilakukan oleh seorang istri yang baik. Kita harus memperhatikan setiap hal yang bisa membuat suami kita cemburu, seperti kisah seorang istri dari sahabat Rasulullah berikut ini.

*Dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu 'anhuma, dia berkata, “Zubair menikahiku sedang dia tidak memiliki harta di muka bumi ini, tidak juga budak, dan tidak juga hal lainnya, selain telaga air dan kuda. Aku yang biasa memberi makan dan minum kudanya, juga menjahit geribahnya (kantong air) dan membuat adonan. Padahal aku tidak begitu pintar untuk membuat adonan roti. Beberapa wanita Anshar tetanggaku biasa membantuku membuat adonan roti. Dan mereka adalah wanita-wanita yang jujur. Aku memindahkan biji-bijian dari tanah Zubair -yang telah diputuskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam- dengan mengangkutnya di atas kepalaku. Dariku, tempat itu berjarak dua pertiga farsakh.

Pada suatu hari, aku datang dengan biji-bijian itu di atas kepalaku. Lalu aku bertemu dengan Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam yang bersamanya terdapat beberapa orang Anshar. Lalu beliau memanggilku dan kemudian berkata, Sini, sini. Untuk membawaku di belakangnya. Tetapi aku malu untuk berjalan bersama kaum pria. Dan aku ceritakan tentang Zubair dan kecemburuannya -dan dia termasuk orang yang paling pencemburu- lalu Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam mengetahui kalau aku telah malu. Kemudian beliau berlalu.

Selanjutnya aku mendatangi Zubair dan kukatakan, ‘Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam telah bertemu denganku sedang di atas kepalaku terdapat biji-bijian sementara bersama beliau terdapat beberapa orang Sahabatnya.’ Lalu beliau menderumkan untanya untuk aku naiki, sehingga aku merasa malu kepada beliau dan aku mengetahui kecemburuanmu. Kemudian beliau berkata, ‘Demi Allah, bawaanmu berupa biji-bijian belumlah seberapa bagiku daripada engkau naik unta bersamanya.’ Asma’ berkata, “Sehingga setelah itu Abu Bakar mengutus seorang pelayan kepadaku yang membantuku untuk mengurus kuda. Seakan-akan ayahku telah memerdekakanku.”*

Mari kita sama-sama berusaha menjadi istri yang pengertian terhadap kecemburuan suami. Menjauhi segala perkara yang bisa mengundang kecemburuan dan kemurkaan suami. Dengan begitu insyaAllah, rumah tangga kita akan terjaga. Mudah-mudahan kita diberi hidayah serta taufiq-Nya dalam mengarungi samudra pernikahan ini sehingga bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat. Aamiin.


 Tulisan ini diikutkan Giveaway  Istri yang Baik





Referensi:
http://kisahmuslim.com/istri-shalihah/
http://almanhaj.or.id/content/2040/slash/0/ghairah-kecemburuan-seorang-suami-kepada-isterinya/
http://myquran.or.id/forum/showthread.php/52397-Cemburu

Posted via Blogaway
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES