Lelah sehabis mengejar betina :D
Jumat, 05 Juni 2015
Kamis, 14 Mei 2015
My Reflection
Maybe I will keep the doramas I like in mind, not wrote about it in my blog.. I don't know when will I died..
That's it.
Kamis, 07 Mei 2015
...
Sepertinya akhir-akhir ini semangat saya untuk melakukan apapun menurun. Semangat menulis tidak ada. Setiap ada tema baru, saya menuliskannya di aplikasi notes di hp saya, tetapi selalu buntu di tengah jalan -_-
Menulis bagi saya itu gampang-gampang-susah. Saya baru memulai blogging (lagi) di awal tahun ini. Dulu blogging terasa mudah karena isinya hanya curhatan cinta monyet masa SMA. Saya kurang jago untuk menulis selain itu. Sepertinya saya perlu membiasakan diri menulis selain curhatan ^^'
Alhamdulillah 'alaa kulli haal, A390 milik saya hilang karena keteledoran saya, padahal banyak draft saya di sana. Ide-ide tulisan beserta foto penunjang tulisan yang belum sempat di backup membuat mood menulis saya turun drastis.
Selain itu, saya masih belum berani 'memulai' apapun. Banyak yang ingin saya kerjakan tapi banyak juga kendala yang menghadang. Saya masih takut melangkah. Ingin menekuni sesuatu yang menyenangkan tapi menghasilkan...apa ya? Saya merasa tidak punya keahlian apapun. *sigh
Aaaah, pengen nonton dorama.
Shinzanmono...
Abarenbo Mama...
Bambina...
Hungry...
Atashinchi no Danshi...
Sayangnya butuh banyak sekali kuota untuk melakukannya. ;-(
Ah, semakin ditulis rasanya semakin gak nyambung... it's enough for today. Thanks for reading :-)
Sabtu, 04 April 2015
Awkward Moment with Train
Tahun 2011 silam, kira-kira bulan Oktober atau November (lupa tepatnya), saya dan sahabat saya berencana pergi ke Kwitang, surganya buku-buku lawas. Sahabat saya ini mau beli buku Kalkulus untuk penunjang materi kuliahnya di jurusan Kimia. Kami memilih naik kereta agar lebih cepat sampai di sana. Kami membeli tiket hari itu juga. Ini pengalaman pertama saya, pergi menggunakan kereta tanpa orangtua. Maklum, saya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan, trus gak gampang hapalin jalan, jadinya bisa ditebak kan kalau saya dilepas sendirian. Bisa dipastikan nyasar! Hihi :-D
Singkat cerita, kami naik kereta sekitar jam 9 pagi. Keretanya nyaman, ber-AC pula. Belum banyak penumpang di kereta, jadi kami bisa duduk. Dari stasiun Kranji ke stasiun Senen gak butuh waktu lama. Tau-tau sudah sampai. Begitu turun dari kereta, kami langsung menuju Kwitang. Kami menanyakan buku Kalkulus di beberapa pedagang, tetapi hasilnya nihil. Akhirnya kami nyoba cari di Atrium. Ternyata gak ada juga. Ada satu toko buku lagi yang belum kami kunjungi. Tobuk Gunung Agung.
Kami mulai mencari buku di sana. Sahabat saya, Dwi, mencari buku yang ia perlukan, sementara saya sibuk keliling lihat-lihat buku. Saat sedang melihat bagian buku pelajaran SD, saya teringat kalau adik saya sebentar lagi UN. Saya jadi ikut milih-milih buku deh, padahal awalnya gak niat mau beli buku. Saking sibuknya milih buku sampai-sampai saya gak sadar kalau Dwi udah nemuin buku yang dia perluin. Saya segera menentukan pilihan saya dan membayarnya, karena hari sudah siang.
Habis beli buku, kami mampir shalat di mushala dekat Pasar Senen. Setelahnya kami langsung ke stasiun, beli tiket untuk pulang. Saya inget banget, di tiketnya tertulis pukul 13:00. Kami nyari-nyari peron tempat kereta tujuan Bekasi akan tiba. Kami agak bingung, karena kami berdua sama-sama baru pertama kali naik kereta tanpa didampingi. Dwi biasanya naik motor kalau pergi ke mana-mana, jadinya dia gak begitu paham dengan transportasi yang satu ini.
“Kayaknya ini peronnya.” Ucap saya sambil nunjuk ke sebuah lorong.
“Ya udah yuk, kita kesitu. Nanti ketinggalan.” Kata Dwi.
Kami langsung masuk ke lorong yang terhubung ke peron. Lupa peron berapa. Kami muter-muter di situ, agak ragu dengan keretanya. Keretanya terlihat agak lebih besar tapi bukan gerbong baru seperti Commuter yang kami naiki waktu berangkat dari Bekasi.
"Ca, ini keretanya bener gak sih?” tanya Dwi.
“Gak tau.. gak yakin. Coba tanya petugasnya.” Saranku.
Dwi bertanya ke seorang calon penumpang yang sedang duduk-duduk. Tapi yang dutanya tidak lebih tau dari yang bertanya (?).
Duh, jadi tambah bingung denger jawaban orang itu. Kami nanya satu orang lagi di sana. Jawaban dia bikin kami kaget. “Ini kereta jurusan Malang.”
APA?! Malang?!
Untungnya kami belum naik. Kalau sudah naik, entah nanti bakalan gimana. Masa’ nanti judulnya Lost in Malang #eh
Sudah mau jam satu. Kami panik dong. Kereta kami sudah mau berangkat, sedangkan kami malah sempet-sempetnya salah peron. Kami buru-buru nanya ke petugas. Lalu petugas itu nunjukin jalan ke arah peron kereta jurusan Bekasi. Kami menuju ke sana secepat yang kami bisa. Saat kepala nongol dari tangga, kami lihat keretanya berjalan. Hiks, ketinggalan kereta T_T
Tanya-tanya calon penumpang di sana, katanya kereta jurusan Bekasi berikutnya akan tiba satu jam kemudian. Kami terpaksa nunggu satu jam, daripada gak pulang. Kami langsung naik begitu kereta datang.
Pengalaman naik kereta kali itu bener-bener gak terlupakan! Tapi saya gak kapok naik kereta, soalnya saya memang senang naik kereta, gak pake macet karena ada jalurnya sendiri. Hehehe :-D
Postingan ini dibuat dalam rangka ikut serta dalam Free Book Giveaway (Preloved) : Stasiun by Cynthia Febrina! | Twitter :@tukardc | Blog :tukardengancerita.wordpress.com
Sabtu, 28 Maret 2015
Suami Sempurna: Kumpulan Kisah Perempuan dan Rumah Tangga
![]() |
| Sumber: Dokpri. |
Selasa, 10 Maret 2015
Mengenal Job Review dan Usaha Mendapatkannya
"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog "Blogger dan Job Review" oleh Petrus Andre yang didukung oleh Ajeng Angelina dan Elisa Fariesta."
Hadiah Giveaway Pertamaku

Senin, 02 Maret 2015
One Post per Month
Bismillah.
Senin, 16 Februari 2015
Surat untuk Stiletto Book
Bismillah.
Dear Stiletto,
Apa kabar? Oh, bolehkah aku memanggilmu dengan nama kecilmu? Sudah lama ingin kusebut nama itu. Stilo, aku ingin mengenalmu lebih jauh. Baru kali ini aku mengenal penerbit buku yang begitu mengerti perempuan, makhluk indah nan rumit. Kamu mendedikasikan dirimu untuk menerbitkan buku-buku mengenai dunia perempuan. Logo Stiletto menggambarkan besarnya rasa cintamu pada kami. Aku yakin, buku terbitanmu menginspirasi para perempuan yang membacanya. Terima kasih, Stilo.
Hingga saat ini, aku belum pernah membaca bukumu. Banyak judul buku yang kudambakan namun belum bisa kumiliki. Aku selalu menanti kesempatan memiliki salah satu bukumu. Sekarang kesempatan itu sudah di hadapan mata. Mudah-mudahan aku bisa menjadi salah satu perempuan yang beruntung mendapatkan tanda cinta darimu.
Ini buku pertama yang kuinginkan. Meskipun aku belum dikaruniai anak hingga tahun kedua pernikahanku, tak ada salahnya jika aku mempersiapkan bekal ilmu dari sekarang, agak buah hatiku nanti bisa mendapatkan perawatan terbaik dariku. Membaca wawancaramu dengan penulis, aku tertarik dengan buku ini. Di dalam buku ini dibahas mulai dari pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi baru lahir, pijat bayi, hingga baby spa dirumah. Ah, rasanya ingin segera membuka lembar demi lembar dan mengambil manfaat darinya.
Buku "Anakku Sehat Tanpa Dokter".
Menurutku, buku seperti ini sangat penting dimiliki setiap orangtua agar tidak panik lagi dalam menangani berbagai penyakit yang diderita oleh anak. Kalau masih bisa dirawat di rumah, kenapa harus buru-buru ke dokter?
Selain itu, buku ini memberikan pengetahuan mengenai penyakit apa saja yang biasa diderita oleh anak-anak, sehingga para orangtua tidak perlu pusing mencari informasi tentang penyakit anak. Semua bisa didapatkan hanya dengan memiliki buku ini. Aku juga mau lho, Stilo. Hihi :-D
Apa itu MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu)? Apa saja yang harus dipersiapkan untuk memberikan MPASI pada buah hati? Apa manfaat membuat MPASI sendiri? Dan apa itu virus GTM (Gerakan Tutup Mulut)?
Semua itu dirangkum dalam satu buku menarik ini. Ini juga merupakan buku wajib bagi setiap ibu yang memiliki bayi berusia 6 bulan, dimana pada masa itu, bayi memerlukan asupan tambahan sebagai pendamping ASI. Pada usia itu bayi mulai aktif. Mereka sudah mampu tengkurap sendiri. Mereka juga mulai belajar merangkak dan duduk. Aktivitas ini tentunya butuh penunjang yaitu ASI dan makanan bergizi pelengkap ASI.
Bagi new mom tentu bingung meracik makanan yang tepat untuk bayi agar tidak memberatkankan kerja pencernaan mereka. Buku ini dapat membantu para ibu untuk membuat MPASI sesuai dengan kebutuhan anak.
Buku ini juga memaparkan mengenai GTM. Bagi orang yang belum paham tentu panik menghadapi GTM ini. Maka buku ini bisa menjadi rujukan bagi para ibu agar bisa menghadapi fase GTM ini dengan tenang.
Stilo, terima kasih sudah membaca suratku. Mudah-mudahan ada kesempatan lagi bagiku untuk menyapamu dalam surat-suratku yang berikutnya.
Best regard,
Nisa
Tulisan ini diikutkan Writing Contest Stiletto Book
Annisa Nurjannah
@ica.jahe94
ica.jahe94@gmail.com
Minggu, 15 Februari 2015
Perjalanan Craftingku
Bismillah.
Senin, 24 November 2014
Cemburu
Mari kita sama-sama berusaha menjadi istri yang pengertian terhadap kecemburuan suami. Menjauhi segala perkara yang bisa mengundang kecemburuan dan kemurkaan suami. Dengan begitu insyaAllah, rumah tangga kita akan terjaga. Mudah-mudahan kita diberi hidayah serta taufiq-Nya dalam mengarungi samudra pernikahan ini sehingga bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat. Aamiin.
Tulisan ini diikutkan Giveaway Istri yang Baik

Referensi:
http://kisahmuslim.com/istri-shalihah/
http://almanhaj.or.id/content/2040/slash/0/ghairah-kecemburuan-seorang-suami-kepada-isterinya/
http://myquran.or.id/forum/showthread.php/52397-Cemburu
Posted via Blogaway

