Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi Newbie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi Newbie. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2018

Niche Blog dan Tema Tulisan Favorit

Assalaamu'alaykum!

Ngomongin blog, gak bakal lepas dari yang namanya tema. Bisa tema utama di blog, atau yang disebut dengan niche, dan bisa juga tema yang berhubungan dengan tampilan blog. Hari ini aku mau bahas yang pertama.

Menetapkan niche blog itu cukup penting. Postingan jadi lebih terarah. Gak terlalu bingung karena dari niche itu bisa dikembangkan menjadi banyak tema khusus. Misalnya blog berniche beauty. Selain review skin care, kita juga bisa sharing tentang cara merawat kulit, atau bahkan tutorial make up.

Selasa, 20 November 2018

Kenapa Menulis Blog?

Assalaamu'alaykum!

Blogging adalah suatu kegiatan menulis di weblog (disingkat blog). Isinya bisa apa saja, mulai dari jurnal harian sampai postingan berbayar. Sekarang ini sudah banyak sekali yang menulis blog, bahkan ada yang menjadikannya sebagai profesi.

Aku sendiri awal nulis blog itu sekitar tahun 2006. Ada materi tentang blog di sekolah, jadinya setelah dikenalkan tentang apa itu blog, aku mulai nulis. Isinya ya curhatan. Itu juga jarang-jarang ngisinya. Sekarang udah gak ada karena udah dihapus. 🙈

Menulis-blog
Credit: Haute Stock

Sabtu, 15 Juli 2017

Akhirnya Dotcom Juga!

Bismillah.

Aku reload browserku berkali-kali. Berulang kali pula blog berlogo bangau kertas warna merah muncul di layar. Di address bar tertulis icajahe.com

Scroll ke bawah, aku temukan postingan berbahasa Inggris. 
"Kayak tulisanku tanggal 3 kemarin, ya", gumamku.
Jariku masih terus menyapu ke atas.
"Ini beneran blogku?"
Tibalah aku di insta feed. Nampak 9 gambar terakhir yang aku posting di Instagram.
"Iya nih, ini blog punyaku."
Lirik ke atas, alamatnya masih icajahe.com.
"Aku gak percaya kalau udah beneran dotcom..."

~~~
dotcom

Sabtu, 04 April 2015

Awkward Moment with Train

Tahun 2011 silam, kira-kira bulan Oktober atau November (lupa tepatnya), saya dan sahabat saya berencana pergi ke Kwitang, surganya buku-buku lawas. Sahabat saya ini mau beli buku Kalkulus untuk penunjang materi kuliahnya di jurusan Kimia. Kami memilih naik kereta agar lebih cepat sampai di sana. Kami membeli tiket hari itu juga. Ini pengalaman pertama saya, pergi menggunakan kereta tanpa orangtua. Maklum, saya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan, trus gak gampang hapalin jalan, jadinya bisa ditebak kan kalau saya dilepas sendirian. Bisa dipastikan nyasar! Hihi :-D

Singkat cerita, kami naik kereta sekitar jam 9 pagi. Keretanya nyaman, ber-AC pula. Belum banyak penumpang di kereta, jadi kami bisa duduk. Dari stasiun Kranji ke stasiun Senen gak butuh waktu lama. Tau-tau sudah sampai. Begitu turun dari kereta, kami langsung menuju Kwitang. Kami menanyakan buku Kalkulus di beberapa pedagang, tetapi hasilnya nihil. Akhirnya kami nyoba cari di Atrium. Ternyata gak ada juga. Ada satu toko buku lagi yang belum kami kunjungi. Tobuk Gunung Agung.

Kami mulai mencari buku di sana. Sahabat saya, Dwi, mencari buku yang ia perlukan, sementara saya sibuk keliling lihat-lihat buku. Saat sedang melihat bagian buku pelajaran SD, saya teringat kalau adik saya sebentar lagi UN. Saya jadi ikut milih-milih buku deh, padahal awalnya gak niat mau beli buku. Saking sibuknya milih buku sampai-sampai saya gak sadar kalau Dwi udah nemuin buku yang dia perluin. Saya segera menentukan pilihan saya dan membayarnya, karena hari sudah siang.

Habis beli buku, kami mampir shalat di mushala dekat Pasar Senen. Setelahnya kami langsung ke stasiun, beli tiket untuk pulang. Saya inget banget, di tiketnya tertulis pukul 13:00. Kami nyari-nyari peron tempat kereta tujuan Bekasi akan tiba. Kami agak bingung, karena kami berdua sama-sama baru pertama kali naik kereta tanpa didampingi. Dwi biasanya naik motor kalau pergi ke mana-mana, jadinya dia gak begitu paham dengan transportasi yang satu ini.

Kayaknya ini peronnya.” Ucap saya sambil nunjuk ke sebuah lorong.
“Ya udah yuk, kita kesitu. Nanti ketinggalan.” Kata Dwi.
Kami langsung masuk ke lorong yang terhubung ke peron. Lupa peron berapa. Kami muter-muter di situ, agak ragu dengan keretanya. Keretanya terlihat agak lebih besar tapi bukan gerbong baru seperti Commuter yang kami naiki waktu berangkat dari Bekasi.

"Ca, ini keretanya bener gak sih?” tanya Dwi.
Gak tau.. gak yakin. Coba tanya petugasnya.” Saranku.
Dwi bertanya ke seorang calon penumpang yang sedang duduk-duduk. Tapi yang dutanya tidak lebih tau dari yang bertanya (?).
Duh, jadi tambah bingung denger jawaban orang itu. Kami nanya satu orang lagi di sana. Jawaban dia bikin kami kaget. “Ini kereta jurusan Malang.”


http://moneter.co/jelang-lebaran-kai-tambah-commuter-line-dari-bekasi/

APA?! Malang?!

Untungnya kami belum naik. Kalau sudah naik, entah nanti bakalan gimana. Masa’ nanti judulnya Lost in Malang #eh

Sudah mau jam satu. Kami panik dong. Kereta kami sudah mau berangkat, sedangkan kami malah sempet-sempetnya salah peron. Kami buru-buru nanya ke petugas. Lalu petugas itu nunjukin jalan ke arah peron kereta jurusan Bekasi. Kami menuju ke sana secepat yang kami bisa. Saat kepala nongol dari tangga, kami lihat keretanya berjalan. Hiks, ketinggalan kereta T_T

Tanya-tanya calon penumpang di sana, katanya kereta jurusan Bekasi berikutnya akan tiba satu jam kemudian. Kami terpaksa nunggu satu jam, daripada gak pulang. Kami langsung naik begitu kereta datang.

Pengalaman naik kereta kali itu bener-bener gak terlupakan! Tapi saya gak kapok naik kereta, soalnya saya memang senang naik kereta, gak pake macet karena ada jalurnya sendiri. Hehehe :-D


Postingan ini dibuat dalam rangka ikut serta dalam Free Book Giveaway (Preloved) : Stasiun by Cynthia Febrina! | Twitter :@tukardc | Blog :tukardengancerita.wordpress.com


Senin, 02 Maret 2015

One Post per Month

Bismillah.


Sebagai newbie di dunia blogging, banyak sekali yang ingin saya tulis. Tulisan yang nangkring di draft semakin menumpuk, dan semuanya baru berupa judul! Ingin menulis di sela-sela kesibukan saya mengurus rumah, tapi begitu selesai dengan pekerjaan rumah, saya hanya ingin merebahkan tubuh dan terbang ke alam mimpi. Kalau pekerjaan saya agak santai, yang saya kerjakan malah tidur-tiduran sambil browsing. Rasanya malas sekali untuk membuka aplikasi olah kata dan mulai menulis.


Maka dari itu, saya ingin memasang target sebagai motivasi menulis.
"Satu Post per Bulan"
Sepertinya terlalu mudah ya? Cukup menulis hal-hal absurd seperti postingan saya sebelumnya, maka satu post telah terpenuhi. Tentunya saya ingin memaksimalkan blog ini. Bukan apa-apa, sebelum ini, saya pernah punya beberapa blog. Dan blog-blog itu hanya diisi curhatan masa SMA yang manis-pahit-getir itu (?)


Saya ingin menulis hal-hal yang bermanfaat di blog ini. Berharap agar pengunjung blog saya bisa mengambil faidah dari tulisan-tulisan saya. Tapi sesekali curhat boleh kan. Hihi :-D

Satu post per bulan yang saya canangkan tidak termasuk postingan yang diikutkanGiveaway. Tujuannya agar saya makin sering menulis. Kalau dalam satu bulan ada duagiveaway yang sata ikuti, lalu ditambah satu post dari saya, hasilnya sudah lumayan. Mudah-mudahan di kemudian hari, saya bisa istiqomah dalam menulis, bisa menaikkan target, serta bisa lebih luwes lagi dalam menulis.
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES