Senin, 02 Maret 2015

One Post per Month

Bismillah.


Sebagai newbie di dunia blogging, banyak sekali yang ingin saya tulis. Tulisan yang nangkring di draft semakin menumpuk, dan semuanya baru berupa judul! Ingin menulis di sela-sela kesibukan saya mengurus rumah, tapi begitu selesai dengan pekerjaan rumah, saya hanya ingin merebahkan tubuh dan terbang ke alam mimpi. Kalau pekerjaan saya agak santai, yang saya kerjakan malah tidur-tiduran sambil browsing. Rasanya malas sekali untuk membuka aplikasi olah kata dan mulai menulis.


Maka dari itu, saya ingin memasang target sebagai motivasi menulis.
"Satu Post per Bulan"
Sepertinya terlalu mudah ya? Cukup menulis hal-hal absurd seperti postingan saya sebelumnya, maka satu post telah terpenuhi. Tentunya saya ingin memaksimalkan blog ini. Bukan apa-apa, sebelum ini, saya pernah punya beberapa blog. Dan blog-blog itu hanya diisi curhatan masa SMA yang manis-pahit-getir itu (?)


Saya ingin menulis hal-hal yang bermanfaat di blog ini. Berharap agar pengunjung blog saya bisa mengambil faidah dari tulisan-tulisan saya. Tapi sesekali curhat boleh kan. Hihi :-D

Satu post per bulan yang saya canangkan tidak termasuk postingan yang diikutkanGiveaway. Tujuannya agar saya makin sering menulis. Kalau dalam satu bulan ada duagiveaway yang sata ikuti, lalu ditambah satu post dari saya, hasilnya sudah lumayan. Mudah-mudahan di kemudian hari, saya bisa istiqomah dalam menulis, bisa menaikkan target, serta bisa lebih luwes lagi dalam menulis.

Senin, 16 Februari 2015

Surat untuk Stiletto Book

Bismillah.


Dear Stiletto,
Apa kabar? Oh, bolehkah aku memanggilmu dengan nama kecilmu? Sudah lama ingin kusebut nama itu. Stilo, aku ingin mengenalmu lebih jauh. Baru kali ini aku mengenal penerbit buku yang begitu mengerti perempuan, makhluk indah nan rumit. Kamu mendedikasikan dirimu untuk menerbitkan buku-buku mengenai dunia perempuan. Logo Stiletto menggambarkan besarnya rasa cintamu pada kami. Aku yakin, buku terbitanmu menginspirasi para perempuan yang membacanya. Terima kasih, Stilo.

Hingga saat ini, aku belum pernah membaca bukumu. Banyak judul buku yang kudambakan namun belum bisa kumiliki. Aku selalu menanti kesempatan memiliki salah satu bukumu. Sekarang kesempatan itu sudah di hadapan mata. Mudah-mudahan aku bisa menjadi salah satu perempuan yang beruntung mendapatkan tanda cinta darimu.

Handbook for New Mom karya Nana Aditya S,Si

Ini buku pertama yang kuinginkan. Meskipun aku belum dikaruniai anak hingga tahun kedua pernikahanku, tak ada salahnya jika aku mempersiapkan bekal ilmu dari sekarang, agak buah hatiku nanti bisa mendapatkan perawatan terbaik dariku. Membaca wawancaramu dengan penulis, aku tertarik dengan buku ini. Di dalam buku ini dibahas mulai dari pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi baru lahir, pijat bayi, hingga baby spa dirumah. Ah, rasanya ingin segera membuka lembar demi lembar dan mengambil manfaat darinya.

Anakku Sehat Tanpa Dokter karya Sugi Hartati S.Psi

Buku "Anakku Sehat Tanpa Dokter".
Menurutku, buku seperti ini sangat penting dimiliki setiap orangtua agar tidak panik lagi dalam menangani berbagai penyakit yang diderita oleh anak. Kalau masih bisa dirawat di rumah, kenapa harus buru-buru ke dokter?
Selain itu, buku ini memberikan pengetahuan mengenai penyakit apa saja yang biasa diderita oleh anak-anak, sehingga para orangtua tidak perlu pusing mencari informasi tentang penyakit anak. Semua bisa didapatkan hanya dengan memiliki buku ini. Aku juga mau lho, Stilo. Hihi :-D

Say Yes to Homemade MPASI karya Ridha Innatika

Apa itu MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu)? Apa saja yang harus dipersiapkan untuk memberikan MPASI pada buah hati? Apa manfaat membuat MPASI sendiri? Dan apa itu virus GTM (Gerakan Tutup Mulut)?
Semua itu dirangkum dalam satu buku menarik ini. Ini juga merupakan buku wajib bagi setiap ibu yang memiliki bayi berusia 6 bulan, dimana pada masa itu, bayi memerlukan asupan tambahan sebagai pendamping ASI. Pada usia itu bayi mulai aktif. Mereka sudah mampu tengkurap sendiri. Mereka juga mulai belajar merangkak dan duduk. Aktivitas ini tentunya butuh penunjang yaitu ASI dan makanan bergizi pelengkap ASI.

Bagi new mom tentu bingung meracik makanan yang tepat untuk bayi agar tidak memberatkankan kerja pencernaan mereka. Buku ini dapat membantu para ibu untuk membuat MPASI sesuai dengan kebutuhan anak.
Buku ini juga memaparkan mengenai GTM. Bagi orang yang belum paham tentu panik menghadapi GTM ini. Maka buku ini bisa menjadi rujukan bagi para ibu agar bisa menghadapi fase GTM ini dengan tenang.


Stilo, terima kasih sudah membaca suratku. Mudah-mudahan ada kesempatan lagi bagiku untuk menyapamu dalam surat-suratku yang berikutnya.
Best regard,
Nisa
Tulisan ini diikutkan Writing Contest Stiletto Book


Annisa Nurjannah
@ica.jahe94
ica.jahe94@gmail.com

Minggu, 15 Februari 2015

Perjalanan Craftingku

Bismillah.


Sejak kecil, saya menyukai hal-hal yang berbau
handmade . Rasa suka saya dipicu oleh
kekaguman saya pada kakak perempuan saya
yang sangat mahir membuat kerajinan tangan.
Saya senang membuat berbagai kerajinan tangan
sejak dulu. Ketika memberi kadopun saya
usahakan agar ada kreasi saya disana, walaupun
hanya kotak kadonya yang handmade .

Saya menyadari tingkat kreatifitas saya cukup
rendah dan mungkin tak cocok di bidang crafting
ini. Saat menyulam di kain strimin sangat
populer, saya hanya bisa melongo. Rasanya sulit
sekali untuk menyulam dengan baik. Maka ketika
ada tugas menyulam dari sekolah saya, terpaksa
saya minta kakak saya untuk membuatkannya.
Sulaman buatan kakak saya diberi nilai terbaik
dan dipajang di ruang guru. Saya malu pada diri
sendiri saat melihat karya kakak saya dianggap
sebagai karya saya.

Sejak saat itu, saya bertekad agar bisa
menguasai cara menyulam dengan baik, dan
usaha saya kali itu membuahkan hasil. Saya
mulai bisa membuat sulaman sederhana. Pernah
suatu kali punya proyek menyulam saat SMP.
Sayangnya proyek itu terbengkalai karena
kesibukan menjelang UN yang sangat padat.
Kainnya pun entah dimana saya menaruhnya #duh

Ketika SMP itu juga saya mulai mengenal teknik
sulam pita. Masing-masing kelompok dari tiap
kelas diberi tugas membuat taplak meja dengan
aplikasi sulaman pita. Kami mengerjakannya
dengan antusias karena menyulam pita cukup
mudah dan menyenangkan, dan bisa menjadi
sarana untuk mengakrabkan diri dengan teman-
teman sekelas.

Setelah lulus SMP, kegiatan crafting berhenti
total. Keterbatasan dana menjadi masalah.
Tutorial yang ada pun kurang menarik minat saya
dalam belajar. Pada saat itu, kakak saya sudah
bisa crochet, sedangkan saya, tusuk rantai pun
belum bisa.






Sumber : cerdasmulia.net/circle2/hidup-itu-tentang-perpindahan/

Suatu hari, ada seorang blogger yang men-share info tentang bagi-bagi hadiah yang diselenggarakan oleh Susindra Craft. Melihat kata craft, saya langsung meluncur ke TKP. Mata saya berbinar-binar melihat hadiah yang disediakan. Saya berharap bisa mendapatkan paket tutorial itu, agar saya bisa kembali mengasah kemampuan saya dalam crafting. Bahkan ini bisa jadi peluang saya untuk memulai usaha. Semoga mbak Susi berkenan dengan tulisan saya ini. :-)

Senin, 24 November 2014

Cemburu

Bismillah.

Pernahkah kita cemburu terhadap pasangan kita?

Saat mendapat pertanyaan di atas, kebanyakan orang akan menjawab pernah. Lalu mengapa mereka cemburu? ada orang yang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta. Jika tidak cinta, rasa cemburu takkan pernah hadir. Reaksi yang ditimbulkan pun bermacam-macam. Bahkan tak jarang dapat merenggut nyawa seseorang bila kecemburuan telah menutupi akal sehatnya.

Ada sebuah kisah tentang sahabat Rasulullah yang mengungkapkan tentang kecemburuannya.
*Suatu hari, Saad bin Ubadah berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki sedang bersama istriku, niscaya aku akan penggal leher lelaki itu”. Mendengar hal itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada para sahabatnya, “Tidakkah kalian heran terhadap kecemburuan Saad? Sungguh, aku lebih cemburu daripada dia. Dan Allah lebih cemburu daripada aku”. (HR. Bukhari)*

Lihatlah bagaimana kecemburuan seorang suami kepada istrinya. Ia tak akan segan-segan untuk memenggal leher lelaki yang sedang bersama istrinya dikarenakan rasa cemburunya. Tetapi terkadang kita para istri tak memperhatikan tentang hal ini. Kita malah sengaja membuat suami cemburu hanya untuk mengetes kadar kecintaan sang suami padanya. Tentunya ini bukanlah hal yang patut dilakukan oleh seorang istri yang baik. Kita harus memperhatikan setiap hal yang bisa membuat suami kita cemburu, seperti kisah seorang istri dari sahabat Rasulullah berikut ini.

*Dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu 'anhuma, dia berkata, “Zubair menikahiku sedang dia tidak memiliki harta di muka bumi ini, tidak juga budak, dan tidak juga hal lainnya, selain telaga air dan kuda. Aku yang biasa memberi makan dan minum kudanya, juga menjahit geribahnya (kantong air) dan membuat adonan. Padahal aku tidak begitu pintar untuk membuat adonan roti. Beberapa wanita Anshar tetanggaku biasa membantuku membuat adonan roti. Dan mereka adalah wanita-wanita yang jujur. Aku memindahkan biji-bijian dari tanah Zubair -yang telah diputuskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam- dengan mengangkutnya di atas kepalaku. Dariku, tempat itu berjarak dua pertiga farsakh.

Pada suatu hari, aku datang dengan biji-bijian itu di atas kepalaku. Lalu aku bertemu dengan Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam yang bersamanya terdapat beberapa orang Anshar. Lalu beliau memanggilku dan kemudian berkata, Sini, sini. Untuk membawaku di belakangnya. Tetapi aku malu untuk berjalan bersama kaum pria. Dan aku ceritakan tentang Zubair dan kecemburuannya -dan dia termasuk orang yang paling pencemburu- lalu Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam mengetahui kalau aku telah malu. Kemudian beliau berlalu.

Selanjutnya aku mendatangi Zubair dan kukatakan, ‘Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa Sallam telah bertemu denganku sedang di atas kepalaku terdapat biji-bijian sementara bersama beliau terdapat beberapa orang Sahabatnya.’ Lalu beliau menderumkan untanya untuk aku naiki, sehingga aku merasa malu kepada beliau dan aku mengetahui kecemburuanmu. Kemudian beliau berkata, ‘Demi Allah, bawaanmu berupa biji-bijian belumlah seberapa bagiku daripada engkau naik unta bersamanya.’ Asma’ berkata, “Sehingga setelah itu Abu Bakar mengutus seorang pelayan kepadaku yang membantuku untuk mengurus kuda. Seakan-akan ayahku telah memerdekakanku.”*

Mari kita sama-sama berusaha menjadi istri yang pengertian terhadap kecemburuan suami. Menjauhi segala perkara yang bisa mengundang kecemburuan dan kemurkaan suami. Dengan begitu insyaAllah, rumah tangga kita akan terjaga. Mudah-mudahan kita diberi hidayah serta taufiq-Nya dalam mengarungi samudra pernikahan ini sehingga bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat. Aamiin.


 Tulisan ini diikutkan Giveaway  Istri yang Baik





Referensi:
http://kisahmuslim.com/istri-shalihah/
http://almanhaj.or.id/content/2040/slash/0/ghairah-kecemburuan-seorang-suami-kepada-isterinya/
http://myquran.or.id/forum/showthread.php/52397-Cemburu

Posted via Blogaway

Kamis, 20 November 2014

Sohibunnisa itu...

Bismillah.

Dua tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dalam waktu dua tahun, banyak hal yang terjadi. Seseorang yang hari ini begitu buta dalam hal memasak, dalam dua tahun, ia bisa menjadi seorang yang mahir, bahkan mulai membuka usaha kuliner. Seseorang yang hari ini masih jadi pengangguran, dua tahun lagi bisa saja ia menjadi manajer. Tentunya semua itu bisa dicapai dengan perjuangan dan tekad yang kuat.
Dua tahun terasa begitu cepat kala keleluasaan senantiasa menghampiri. Hidup terasa mudah dan lancar. Makan cukup, kehidupan layak, dapat jodoh yang selama ini diimpikan. Dua tahun juga bisa menjadi sangat lama ketika masalah datang silih berganti. Ditambah lagi dengan ketidaksiapan kita dalam menghadapi segala permasalahan. Rasanya keinginan untuk hidup menipis, serasa jadi manusia paling malang di dunia.

Maka, mulailah benahi diri. Gali potensi. Jadilah manusia yang pandai bersyukur walaupun banyak rintangan menghadang. Nikmat Allah sangat luas. Jika diri mulai terpuruk, mintalah pertolongan kepada-Nya. Mintalah agar diberikan kemudahan. Dan mintalah agar segala kesulitan yang dihadapi di dunia ini, bisa mengantarkan kita ke surga-Nya.

Salah satu teman saya telah melewati dua tahun yang menakjubkan selama berkecimpung di dunia blog. Telah banyak tulisan yang menginspirasi para pembaca blognya, termasuk saya.

1. Postingan terfavorit: Seharusnya - Sewajarnya
Dari sekian banyak tulisan beliau yang saya sukai, tulisan ini begitu mengena di hati. Ada seorang sahabat saya yang begitu terpuruk karena ditinggalkan oleh laki-laki yang sangat ia cintai. Hari-harinya dihabiskan dengan menangis, meratapi nasib, bahkan semangatnya menggapai mimpi menurun drastis. Saya khawatir dengan kondisi sahabat saya nun jauh disana. Berbagai nasihat dan masukan saya berikan sembari memotivasinya agar kembali seperti dulu kala. Ternyata bangkit dari keterpurukan tak semudah membalikkan telapak tangan. Dia masih dalam masa-masa sulit, antara melepaskan dengan bijak atau mengantar kepergian laki-laki itu dengan berat hati. Suatu hari ketika saya sedang membuka blog Sohibunnisa, saya menemukan tulisan ini. Saya merasa mungkin ini bisa menjadi satu masukan yang berarti untuk sahabat saya. Saya kirim link tulisan tersebut via e-mail, berharap sahabat saya membacanya. Setelah sahabat saya membacanya, dia mulai menyadari kesalahannya dalam mencintai seseorang. Kini dia kembali fokus pada kuliahnya. Merampungkan skripsinya dan insyaaAllah akan meraih gelar Sarjana Biologi pada Maret mendatang. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran agar kita mencintai seseorang sewajarnya saja.

2. Kritik dan Saran
Kritik : Tulisan deskripsi blog terlalu kecil.
Saran : Sebaiknya tampilan Label dibuat dengan model list serta jumlah postingan pada masing-masing Label, agar pembaca lebih mudah mencari tulisan.

3. Tiga Kata Saja
Manis Menarik Menginspirasi
Semoga kedepannya blog ini makin berkualitas, makin kece seperti yang punya blog. Hihi.
Mudah-mudahan segera dipertemukan dengan Sang Pangeran Berpeci Putih ya :-D
Baarakallaahu fiiki.

Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tulisan ini diikutkan Giveaway Sohibunnisa's Anniversary.

Rabu, 12 November 2014

Warming Up

Bismillah.


*bersih-bersih debu*

Tak terasa sudah lama sekali blog ini terbengkalai. Sejak lulus SMA, belum pernah sekalipun posting. Maklum, mendadak jadi pengacara, alias pengangguran banyak acara. Hihi.

Banyak kejadian yang terjadi selama 3 tahun ini. Mulai dari kegalauan karena gakketerima di universitas manapun *sigh* , merantau dari Bekasi ke Bogor (?), hinggagetting married di usia yang terbilang muda. Sembilan belas tahun booo...

Kesibukan-kesibukan yang ada membuat saya lupa dengan blog. Padahal dulu waktu zamannya kelas 2 SMA, beuh, paling getol mantengin PC buat buka blog. Kok bisa rajin? Iya, soalnya yang mau ditulis ya curhatan, curhatan, dan curhatan. Malah linknya pake' di copas segala ke sang pujaan hati *ups

Setelah menikah, saya mulai sering blogwalking. Awalnya cuma BW ke food blog buat cari-cari resep masakan. Lama-lama nyasar ke blog-blog lainnya. Lohkok bisa? Iya, biasanya kan suka ada yang tanya-tanya di kolom komentar tentang resep yang diposting. Pas saya amati, kok ada nama yang menarik perhatian saya. Akhirnya saya klik nama itu. Ternyata orang tersebut adalah seorang penulis blog juga. Saya buka-buka postingan beliau. Lalu saya membatin,"menarik sekali tulisan-tulisannya.Bookmark ah.". Saya mencari lagi nama yang unik, membaca blognya, mem-bookmark, dan seterusnya seperti itu. Sampai akhirnya ada empat blog yang setia saya ikuti hingga saat ini. Kapan-kapan bisa saya buat review nya kali ya. Hehe. InsyaaAllah.

Akhir kata, semoga blog ini bisa bermanfaat untuk saya dan untuk semua yang mampir (atau nyasar) ke blog saya. Aamiin.

Senin, 13 Juni 2011

Menulis untuk Keabadian

Menulis Untuk “Keabadian”

Oleh: Dio Fikri Aditama
09/282365/SA/14778


"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."
— Pramoedya Ananta Toer.
             Menulis merupakan sebuah kegiatan sederhana yang bisa dilakukan oleh hampir semua orang. Dengan menulis kita dapat mengungkapkan banyak hal mulai dari mencetuskan ide pikiran, memberikan deskripsi, menguslkan pendapat, mengutarakan kritik atau saran hingga menyatakan perasaan. Dengan menulis pula kita dapat menghasilkan karya-karya yang berfaedah tinggi bagi kepentingan pendidikan seperti makalah, essay, karya tulis dan sebagainya. Menulis pun dapat dilakukan dengan tujuan menghibur. Karya-karya seperti novel, puisi, cerpen dan sebagainya digunakan selain untuk mendidik tapi juga sebagai suatu bentuk hiburan bagi masyarakat. Akan tetapi di balik semua manfaat itu sadarkah kalian bahwa dengan menulis kita akan dapat “hidup selamanya”? Atau bahkan lebih dari itu?
Siapa yang tidak kenal dengan tokoh-tokoh seperti Shakespeare, Victor Hugo, Agatha Christie, Firaun, Aristoteles, Plato, atau Chairil Anwar? Mungkin tidak seorang pun yang tidak mengenal mereka. Mereka adalah tokoh-tokoh yang terkenal di masyarakat luas meskipun mereka telah lama tidak lagi hidup di alam yang fana ini. Ya benar, mereka semua telah tutup usia. Lalu mengapa Mengapa nama mereka masih saja terdengar di telinga kita padahal mereka telah meninggalkan dunia ini?  Apakah mereka sudah menjadi hantu gentayangan yang diam-diam membisikkan nama mereka sendiri ke telinga kita?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut saya ingin kembali bertanya, kenal Hamlet? Atau Romeo dan Juliet? Pasti kalian tahu kedua karya ini. Keduanya adalah drama yang sangat terkenal hingga sekarang. Karya-karya besar itu tidak bisa lepas dari nama pembuatnya yaitu Shakespeare. Shakespeare merupakan salah satu contoh tokoh yang tenar karena buah idenya telah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Meskipun Shakespear telah mati berabad-abad yang lalu, namun karya yang ditulisnya masih saja hidup dan dibaca serta ditelaah oleh banyak orang.  Karya-karya Shakespeare inilah yang tetap memiliki nyawa dan membisikkan nama pengarangnya sampai saat ini. Jadi bukan hantu Shakespeare yang bergentayangan untuk membisikkan namanya di telinga kita melainkan karya-karyanyalah yang mengemban tugas untuk menyebarkan nama penulisnya ke dunia luas hingga saat ini.  Shakespeare telah berhasil mewujudkan keabadiannya dengan menghasilkan naskah-naskah drama terkenal yang dengan sukses ia ungkapkan melalui tulisannya.
            Tulisan ternyata tidak hanya mampu membuat si penulis menjadi abadi, namun juga objek yang dijadikan bahan tulisannya. Contoh yang paling mudah dan juga yang paling tua adalah tulisan-tulisan hieroglyph bangsa Mesir kuno di dalam Piramid Giza. Dalam Piramid yang berusia sekita 5000 tahun itu tersimpan banyak artefak-artefak yang bertuliskan tentang sejarah-sejarah para Firaun. Kita tidak tahu siapa nama orang yang menulisnya tapi objek yang ditulis jelaslah sang raja Firaun, penguasa Mesir saat itu. Berkat tulisan tersebut kita seakan-akan dibawa ke zaman disaat Firaun masih hidup dan berjaya dalam pemerintahannya. Firaun pun telah mendapat keabadiannya berkat tulisan-tulisan meskipun bukan ia sendiri yang menulisnya.
            Jika ingin cinta kalian abadi maka tulislah sebuah surat cinta pada pasangan anda. Ide itu saya dapatkan ketika membaca sebuah artikel mengenai surat cinta tertua di dunia (KaskusNews, http://kaskusnews.us/). Surat itu ditemukan di Irak tepatnya di lembah Niffer 150 KM dari Baghdad. Surat yang berbentuk artefak tersebut merupakan sebuah ungkapan cinta oleh Inanna, istri raja bangsa Sumeria, kepada suaminya. Artefak yang berhasil diterjemahkan oleh tim peneliti dari Turki tersebut berisi sebuah puisi cinta dari Inanna kepada sang raja. Puisi dalam bentuk artefak itu berusia sekitar 2200 SM dan menjadikannya sebagai sebuah surat cinta tertua di dunia. Abadikanlah kasih sayang kalian pada orang yang kalian sayangi ke dalam sebuah surat, maka cinta kalian akan bertahan selama ribuan tahun seperti putri Inanna dan sang raja Sumeria.
            Apakah yang terjadi jika  menulis telah menjadi budaya di dalam masyarakat? Jawabannya adalah kejayaan bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa bangsa Eropa mengalami kemajuan yang luar biasa setelah berhasil keluar dari zaman kegelapan (Dark Age). Apa yang terjadi sehingga mereka berhasil keluar dari abad kegelepan menuju era renaisans (zaman pencerahan)? Di zaman renaisans para sarjana mulai menulis tentang banyak hal, apapun yang mereka anggap penting mereka jadikan kedalam sebuah bentuk tulisan. Era renaisans ini pun menghasilkan sebuah zaman yang bisa dikatakan lebih maju lagi, yaitu zaman industrialisasi. Era ini dipicu oleh revolusi industri yang terjadi di Inggris. Di zaman ini banyak hal-hal baru bagi manusia ditemukan. Eropa telah membuktikan dengan menjaga budaya menulis, mereka turut pula mempertahankan kejayaan dan dominasi mereka di dunia dari zaman ke zaman yang lain.
            Namun, sebaliknya apakah yang terjadi jika suatu bangsa tidak dapat mempertahankan budaya menulisnya? Jawabannya dapat kita lihat pada bangsa Arab dan Turki. Kedua bangsa tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keadaan mereka dahulu. Budaya menulis mereka yang sekarang dengan dahulu kala di saat kejayaan mereka pun sangat jauh bedanya. Hal ini dapat terjadi diakibatkan oleh banyaknya peperangan yang terjadi akibatnya banyak ahli ilmu yang turut pula ikut ke dalam medan peperangan dan tewas. Selain itu kebanyakan dari sarjana tidak dapat mengembangkan ide pikiran mereka. Mereka hanya menelaah karya-karya lama dan ditulis kembali ke dalam karya yang baru dengan hanya sedikit perubahan. Meskipun mereka telah menulis namun tulisan mereka tidak ada gunanya. Jadi, tulislah suatu yang baru jika ingin menghasilkan sebuah perkembangan.
            Dengan menulis kita mampu mengabadikan diri kita ataupun orang lain. Dengan menulis pun kita mampu menyulut kejayaan bangsa kita seperti bangsa Eropa saat ini. Bahkan cinta pun akan bertahan lebih lama jika kita mengungkapkannya dengan jalan menulis. Tanpa menulis kita akan kembali ke era pra-sejarah, dimana era tersebut merupakan zaman ketika manusia belum mengenal tulisan. Tidak banyak yang dapat kita ambil dan pelajari dari era pra-sejarah, tidak ada satupun pula orang yang kita kenal pada era tersebut. Maka dari itu mulailah menulis sekarang juga. Tulislah yang menurut anda penting dan berharga untuk anda jadikan abadi!

REFERENSI:
- http://www.kaskusnews.us/2010/03/21/surat-cinta-tertua-di-dunia-berumur-4200-tahun/
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES